Wedding Shoes

Pembuatan sepatu pernikahan atau wedding shoes di tetrakursus, merupakan materi yang kesekian kali berbeda dalam belajar sepatu. Seperti yang sudah disampaikan bahwa materi belajar di tetrakursus beragam dan bervariasi. Awalnya sepatu perlu dibutuhkan alat yaitu shoe last.

Shoe last ini adalah wakil dari bentuk kaki manusia. Bahan shoe last bisa menggunakan kayu, pvc atau aluminium. Sedangkan konstruksi shoe last ada yang polos, cut body, c cut dan v cut masing masing konstruksi bertujuan memudahkan sepatu dilepas dari shoe last. Shoe last juga mempunyai system uluran yaitu UK/US dan EURO/PARIS POINT. Dalam uk/us mengenal ukuran 1/2size karena sistem ini memakai ukuran inchi. Jarak ukur UK /US terdiri dua kelompok yaitu 1-14 anak dan 1-14 dewasa. Adapun jenis shoe last ada beberapa bentuk yaitu pendek, boot zipper, boot unzipper, troteur, sandal dan sandal boot. Sedangkan sepatu terdiri dari baby pre walker baby walker, kids, young girl, young boy, women, dan men.

Setelah paham hal tersebut di atas maka kita baru paham untuk membuat sepatu harus mempunyai shoe last yang cocok bentuk dan fungsunya. Dalam pembuatan sepatu wedding adalah termasuk kategori sepatu wanita atau women shoe, lalu dilihat ada bentuk high heel, serta perhatikan pada penggunaan bahan kulit atau non kulit.

Setelah ditentukan model dan desain serta konstruksi nya maka step berikutnya adalah praktek pembuatan pola upper dan bottom, setelah itu praktek pemotongan bahan dan penjahitan. Kemudian setelah upper jadi, maka persiapan bottom atau sol adalah pembuat insole, outsole, cover heel, cover platform, dan shock linner.

Nah dalam tetrakursus ini perlu dibutuhkan dua minggu lebih atau minimal 100 jam belajar bilamana ingin belajar seorang pemula buta sepatu dan ingin bisa bikin sepatu dari pecah pola model sampai barang jadi.

Catatan

Mesin yang dibutuhkam adalah post bed with servo dinamo, skiving machine, roughing machine 2500rpm.

Bahan pembantu lem kuning adhesive, primer, lem sol, palu, paku, tang lasting.

(bersambung)……..

Shoe last

Pemahaman tentang shoe last sangat penting sekali bagi semua orang yang ingin bekerja di bidang sepatu. Shoe last awalnya dari kata shoe artinya sepatu dan last dari lasting atau cetakan kaki. Di tempat lain juga ada yang menyebut List, Acuan atau klebut, atau last, namun semua adalah sama. Shoe last ini fungsinya sebagai alat untuk mencetak bentuk sepatu, artinya apapun bahan yang digunakan untuk membuat sepatu baik kulit atau non kulit hasilnya akan seperti bentuk shoe last itu.

Bahan

Bahan baku untuk pembuatan shoe last beraneka ragam yaitu ada yang dari bahan kayu misal kayu sonokeling, kayu sawo yang mana kayu tersebut terdapat serat yang lembut, ringan dan kuat. Kelebihan menggunakan kayu ini di beberapa tempat masih banyak bahan baku dan mudah didapat meski demikian para pembuat shoe last kayu masih banyak menggunakan tenaga tangan manusia atau manual sehingga bentuk dan konsistensinya kurang untuk produksi banyak yang membutuhkan waktu lama. Bahan kayu juga sering menyusut karena cuaca atau karena rusak sering kena paku waktu digunakan. Ada pula pembuatan shoelast dari bahan aluminium de gan cara dibuat mould cetakan dengan pasir besi kemudian bahan yang sudah dilelehkan dengan panas kemudian dituangkan dalam mould atau dicor sehingga terbentuk shoe last dari aluminium.

Sekarang para pelaku usaha sepatu sudah banyak menggunakan plastik atau pvc. Bahan ini lebih awet dan konsisten. Cara pembuatan bahan bakunya yaitu dengan injection blok plastik sesuai mould atau cetakan. Setelah itu baru di bubut menggunakan mesin CNC. Durasi yang diperlukan untuk membuat shoelast satu pasang hanya 20-30 menit dengan dua kali di bubut yaitu bubut kasar terlebih dahulu kemudian bubut halus baru difinishing dengan mesin roughing.

Master shoe last

Dalam memproduksi dibutuhkan sebuah master atau acuan untuk pembuatan masal. Master ini dibuat oleh seorang dengan keahlian khusus membuat shoe last baik itu dari kayu atau dari plastik pvc. Master ada yang dibuat desain dari gambar, foto, atau sample sepatu atau mengukur bentuk kaki. Untuk pembuatan dengan mesin cnc master ini di copy dengan discan data kemudian ditransfer data tersebut ke mesin bubut.

Konstruksi dan jenis shoe last

Shoe last ada berbagai macam dan jenis. Shoe last bisa dibedakan jenis ukuran atau size serta laki atau perempuan dengan menggunakan system UK/US yaitu mulai no 1-14 anak dan 1-14 dewasa. Sedangkan sistem lainnya dengan menggunakan Euro dan Paris yaitu mulai 18 baby sampai dewasa 46.

Bentuk shoe last ada berbagai macam dan fungsinya misalkan bentuk pendek polos biasa, bentuk boot zipper, bentuk boot unzipper, bentul troteur serta sandal.

Adapun konstruksinya ada berbagai macam yaitu polos., cut bodi, c cut dan v cut.

Kursus sepatu Tanjung Pinang

Pada blog ini tetrakursus ingin membagikan pengalaman mengajar bikin sepatu di propinsi Kepulauan Riau atau kepri, tepatnya di kota Tanjung Pinang.

Awal pemberangkatan ke tanjung pinang dimulai dari bandara udara Adi sucipto pukul 08:10 berjalan dengan lancar transit jakarta kemudisn menuju batam transit beralih wingsair ke tanjung pinang sampai lokasi jam 17:00. Jadi perjalanan ini sudah menghabiskan waktu satu hari. Pahala hp saya baterrai sudah mengkhawatirkan tiba tiba drop jadi saya jaga off line.

Sampai di tanjung pinang sudah dijemput rekan sekaligus murid tetrakursus yaitu Mbak Elfia. Kemudian hari itu juga diantar samoai lokasi workshop dirumahnya yang bentuknya ruko tiga lantai dan begitu luas dan longgar setelah saya diajak masuk melewati pintu masuk rumah seperti lorong, mungkin filosofi orang chinesse yang bentuk rumah seperti kantong, supaya rejekinya ngumpul.

Setelah melihat lokasi saya diantar di wisma tempat menginap dan nenaruh tas koper yang jaraknya sekitar 1 km. Untung sehari itu saya masih cukup batterai hp saya sehingga bisa komunikasi dengan client.

Hari 1

Dalam kegiatan ini yang tanggal pemberangkatan selasa 27 Februari dan mulai pelatihan baru tanggal 28 februari sampai 6 maret dan tanggal 7 baru kembali ke jawa. Jadi saya berkesempatan untuk istirahat semalam sebelum mulai pelatihan dan kursus sepatu.

Day 2

Pada hari kedua ini tetrakursus mulai pelatihan dan belajar mengajar bikin pola seperti biasanya, dari 09:00-16:00 diselingi break 12 :00-13:00. Dalam setiap break ini saya balik ke wisam untuk lunch dan istirahat. Kemudian jam 13:00 mulai mengajar sepatu lagi.

Day 3

Hari ketiga ini saya melanjutkan mengajar sepatu dan kelas kursus-sepatu-sekolah-sepatu seperti biasanya, namun ketika pulang ke wisma kurang nyaman, ternyata di tanjung pinang daerah dan wilayah yang berbeda kondisi dan situasi seperti di jawa umumnya. Terlihat seperti bebas dan longgar adanya kafe dan warung kopi di sekitar wisma saya nenginap. Jadi suasana malam hari selalu ramai dan ada suara musik dugem ceduk ceduk terdengar dari dalam wisma.

Day 4

Pada hari keempat ini pas hari jumat namun kebetulan murid saya dan keluarganya yang saya sudah kenal baik selama 3 hari itu, keluarga chinese yang tentunya menganut kristen atau budha. Jadi saya flexible saja mengikuti jam kerja normal. Bahkan keluarga ini sehari hari menggunakan bahasa ibu logat dan bahasa hokian, yang saya nggak paham.

Namun keluarga ini bisa bahasa mandarin, hokian, bahasa indonesia kadang Inggris. Says jafi ingat waktu keliling mengajar disuatu tempat misalnya di Sumedang Bandung bahasa sunda, saya juga tidak paham, ketika ngajar sepatu di Bali di daerah pedesaan Tabanan juga pakai bahasa bali yang saya kurang paham, tetrakursus juga pernah mengajar di wilayah Aceh utara banyo aye mereka bicara bahasa Aceh wahh… Saya mengagumi Indonesia itu luas dan banyak suku bahasa, seru pokoknya!

Day 5

Pada hati kelima ini saya putuskan untuk pindah kamar lantai dua eh.. Ketika keluar kamar ketemu housekeeper ditanya, “masnya 3 jam, atau short time?”. Mak jleb! Haaaa. Lha bu.. saya ini nginep 6 hari kok short time?!! Gimana to? Dalam hatiku ya dah mungkin ibu ini tidak tahu. Begitulah kira kira suasana pe ginapan di tanjung pinang, setiap hari ada yang keluar masuk bawa pasangan di kanan kiri room saya menginap, dan itu pemandangan biasa disana.

Day 6

Setiap pagi sebelum berangkat saya selalu mampir di warung beli bubur ayam dan kopi, ternyata disana makan juga mahal. Kalau di yogja 15rb dah lengkap ayam dan minum. Bubur 3000 dah full. Kalau di tanjung pinang rata rata 18 ribu dan minum. Kalau makan siang sekali makan 20.000-25.000. Mungkin biaya hiduo juga mahal.

Day 7

Pada hari ke 7 ini saya berkesempatan bertemu dengan teman saya tetangga waktu di yogja jadi kita sudah akrab sebelumnya. Dan ini pengalaman berkesan setelah 20 tahun tidak berjumpa.

Day 8

Pada hari ke 8 ini saya sudah selesai target pembelajaran sepatu yaitu pembuatan pola dan sepatu, penjahitan, lasting dan asembling. Semuanya bisa dilalui dengan teori, praktek dan roll play.

Demikian cerita saya kursus sepatu di propinsi tanjung pinang, semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi.

Video Lasting Sepatu

Berikut saya jelaskan proses lasting dan asembling. Hal yang perlu disiapkan adalah alat alat yang dibutuhkan dalam proses ini sebagai berikut :

  1. Shoe last
  2. Upper sepatu
  3. Insole
  4. Palu
  5. Tang lasting
  6. Paku lasting
  7. Lem kuning
  8. Primer
  9. Lem putih/sol
  10. Kertas gosok/pakai gerinda
  11. Pen silver
  12. Kuas lem

Penjelasan sebagai berikut:

  • Shoe last sangat vital dan penting, karena pembuatan pola dan pattern bottom tergantung pada bentuk shoe last. Siapkan sesuai size ukurannya. Shoe last bisa dari aluminium, kayu atau pvc. Shoe last juga dibedakan laki atau perempuan mulai saize Euro/prancis 18 sampai 46#.
  • Upper sepatu yaitu potongan kulit yang sudah dirakit atau dijahit menjadi satu kesatuan upper dan lapis. Upper bisa dari bahan kulit atsu non kulit misal kanvas atau batik.
  • Insole atau shoe board adalah papan bagian bawah sepatu untuk menempelkan upper dengan cara dilem serta ditarik atau dilasting. Bahan insole bisa dari texon, atau chemical sheet. Pola diambil dari copi of last bagian bawah shoelast dengan dikurangi 1mm kelilingnya.
  • Palu,tang lasting dan paku dipakai untuk memaku upper tembus mengenai shoe last.
  • Lem primer berguna untuk bahan pvc, rubber dan karet supaya lem bisa menyatu dan senyawa baik upper ataupun sole.Caranya permukaan yang akan diprimer dikasari yang rata dengan kertas gosok kemudian dioles rata dengan primer.
  • Demikian penjelasan kami tentang lasting.

SEPATU RAJUT

  • 1. Pengertian Rajut Merajut ( knitting) adalah metode membuat pakaian atau pe rlengkapan busana dari benang rajut. Berbeda dari menenun yang menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus, merajut hanya menggunakan sehelai benang. Sebaris tusukan yang sudah selesai dipegang di salah satu jarum rajut sampai dimulainya tusukan yang baru.
  • 2. Jenis bahan dan kegunaan Merajut dapat dilakukan dengan tangan ataupun mesin Ada berbagai jenis gaya dan teknik merajut. Teknik dasar dalam merajut adalah tusuk atas dan tusuk bawah. Tusuk atas dilakukan dengan cara mengaitkan benang dari arah depan, sementara tusuk bawah adalah mengait benang dari arah belakang. Hasil rajutan memiliki pola seperti huruf v yang bersambungan. Benang yang digunakan adalah Nylon, polyester, D18/27,D30,cotton. Teknik crochet yaitu rajut dengan menggunakan satu jarum hak pen. Sedangkan knitting yaitu teknik merajut dengan menggunakan dua jarum hak pen. Biasanya teknik dua jarum ini untuk jenis rajut swearing atau dipakai contohnya swester atau rompi.
  • 3. Jenis Sepatu Rajut Dalam hal merajut alas kaki sandal ataupun sepatu sering kita lihat adalah di pasaran yaitu sepatu karet yang dirajut, namun seringkali fitting atau keenakan kaki kalau dipakai kurang pas.
  • Berikut saya sebutksn jenis rajutan pada alas kaki.
  • http://www.tetrakursus.com
  • a. Sepatu dirajut Yaitu sepatu yang sudah jadi dirajut, bahan dan jenis sepatu ada macam macam yaitu sepatu karet sepatu kanvas.sumber gb. (Fb sepaturajutku)
  • b. Sol sepatu dirajut Yaitu sol sepatu yang dipasang di cetakan kaki atau shoe last kemudian dirajut sesuai bentuk last kaki.
  • c. Sepatu Rajut Yaitu penggabungan teknik pembuatan sepatu dan teknik pembuatan rajut, sehingga hasilnya lebih maksimal mencakup tiga faktor penting yaitu model desaign yang up to date, keenakan pakai atau fitting, dan konstruksi yang mantab dan kuat.