Pembuatan Sepatu Vol. 3

Posted on

Seperti artikel yang dahulu sudah saya utarakan dahulu sbb:

Proses pembuatan sepatu memang perlu kesabaran dan teliti karena menyangkut tiga hal yaitu

1.design,

2. fitting dan

3. konstruksi.

Penjelasan sbb :

1. Design yaitu menyangkut bentuk shoe last, bahan, warna, konstruksi bottom sol dan top line atau garis desain itu sendiri. Hal ini sangat banyak pengaruhnya karena menyangkut trend dan model yang lagi up to date atau model classic yang menjadi ciri khas desain itu sendiri. Shoe last adalah cetakan kaki atau wakil kaki adalah desain awal sebagai bentuk sepatu yang akan kita buat baik itu Shoe last untuk baby, kid, young, woman atau men mulai size Euro/Perancis 16#-46#. Setiap shoe last mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda beda misal ukuran woman wanita dewasa dengan ujung runcing akan berbeda dengan model sepatu wanita lainnya yang bentuk depannya bulat. Di samping itu akan berbeda pula dengan heel atau hak yang tingginya berbeda beda mulai hak 1cm, 3cm, 5cm,7cm atau 9cm. Selain itu bentuk heel juga berbeda beda ada yang kotak, ada hak yang ramping, ada yang bulat dan lainnya. Desain sepatu dalam proses pembuatan sepatu, sangat besar pengaruhnya karena ini adalah awal dari pembuatan sepatu, tanpa desain dan pola sepatu tidak bisa dibuat atau dibentuk. Untuk lebih memudahkan kita dalam membuatkan desain sepatu sebaiknya dibuat sebuah klasifikasi yaitu sbb:

– tentukan nama atau jenis shoe last,

– tentukan artikel number desain,

– tentukan jenis bahan serta warna.

Jadi setelah kita menentukan Shoe last baru kita tentukan artikel number karena satu shoe last bisa menjadi berbagai model sepatu misalkan nama shoelast Aldo art 01,02,03,04 jadi last Aldo ada 4 artikel lalu kemudian setiap artikel kita tentukan bahan kulit atau non kulit atau campuran, berikutnya tentukan warna dari pada bahan bahan tersebut di atas.

Perlu kita tahu juga tentang pengetahuan shoe last dan system ukuran. Shoe last, list, last atau acuan ada berbagai macam bahan yaitu:

A. kayu, biasanya dibuat dari kayu mahoni, sonokeling, atau sawo. Ciri khas kayu ini serat halus dan keras serta ringan sehingga shoe last bisa dibuat halus permukaanya dan tidak susut dipakai dalam waktu lama. Namun saat ini kayu menjadi langka sehingga menggunakan bahan lain.

B. Bahan Pvc yaitu bahan dasar biji plastik yang kemudian dimasukkan ke dalam extruder kemudian system injection membuat blok plastik ukuran shoe last sebelum di potong mesin bubut CNC. Bahan ini lunak dan tidak mudah pecah serta awet dan konsisten ukurannya karena dikerjakan dengan mesin bubut CNC. Jadi sekarang kebanyakan shoe last yang dipakai adalah bahan pvc. Di lapangan produksi pvc ini ada yang warna kuning, putih, hijau dan merah.

C. Aluminium

Bahan ini terbilang mahal namun awet. Sistem pembuatannya dengan menggunakan cor memakai jenis tanah besi.

Selain shoe last dilihat dari bahannya juga diperhatikan jenis ukuran dan size. Sistem ukuran yang sering digunakan di Indonesia adalah Euro dan Perancis sehingga menggunakan cm untuk mengukur panjang dan gemuk ya. Adapun jenis size ya adalah mulai no 16# ukuran bayi sampai 46# untuk ukuran pria dewasa.

Sistem ukuran dan shoe last ini menjadi patokan untuk mencari posisi fitting atau keenakan pakai sepasang sepatu. Standart yang digunakan selisih panjang setiap size adalah 6,66 mm dan ukuran lingkar gemuk pada joint kaki adalah selisih 5mm persize nya. Namun sering kita mendapatkan ukuran kaki dengan panjang normal namun gemuk tidak normal misalkan ukuran kaki size 37 perempuan namun gemuk 38# hal itu bisa saja terjadi mengingat gemuk kaki setiap orang berbeda. Jadi hal tersebut diatas adalah perihal tentang fitting dan ke enakan pakai.

3. Konstruksi

Sepatu sangat dipengaruhi juga oleh faktor ke 3 yaitu konstruksi, karena dengan konstruksi yang baik sepatu akan nyaman dan awet dipakai. Konstruksi menyangkut pengetahuan pola dan bahan serta lem yang harus dipakai. Misalkan untuk konstruksi upper ada bagian tertentu yang harus dikasih nylon string, kanvas interlining, spon dan penggunaan bahan lapis yang semestinya serta cara sambung atau penggabungan antar komponen agar nyaman dipakai. Untuk konstruksi bottom juga tidak kalah pentingnya dalam pemilihan bahan serta lem yang digunakan sehingga kuat dan awet. Pembahasan penggunaan lem akan diuraikan di hal berikutnya di blog ini. Sekian