Pembuatan Sepatu vol. 2

Seperti artikel yang dahulu sudah saya utarakan dahulu sbb:

Proses pembuatan sepatu memang perlu kesabaran dan teliti karena menyangkut tiga hal yaitu

1.design,

2. fitting dan

3. konstruksi.

Penjelasan sbb :

1. Design yaitu menyangkut bentuk shoe last, bahan, warna, konstruksi bottom sol dan top line atau garis desain itu sendiri. Hal ini sangat banyak pengaruhnya karena menyangkut trend dan model yang lagi up to date atau model classic yang menjadi ciri khas desain itu sendiri. Shoe last adalah cetakan kaki atau wakil kaki adalah desain awal sebagai bentuk sepatu yang akan kita buat baik itu Shoe last untuk baby, kid, young, woman atau men mulai size Euro/Perancis 16#-46#. Setiap shoe last mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda beda misal ukuran woman wanita dewasa dengan ujung runcing akan berbeda dengan model sepatu wanita lainnya yang bentuk depannya bulat. Di samping itu akan berbeda pula dengan heel atau hak yang tingginya berbeda beda mulai hak 1cm, 3cm, 5cm,7cm atau 9cm. Selain itu bentuk heel juga berbeda beda ada yang kotak, ada hak yang ramping, ada yang bulat dan lainnya. Desain sepatu dalam proses pembuatan sepatu, sangat besar pengaruhnya karena ini adalah awal dari pembuatan sepatu, tanpa desain dan pola sepatu tidak bisa dibuat atau dibentuk. Untuk lebih memudahkan kita dalam membuatkan desain sepatu sebaiknya dibuat sebuah klasifikasi yaitu sbb:

– tentukan nama atau jenis shoe last,

– tentukan artikel number desain,

– tentukan jenis bahan serta warna.

Jadi setelah kita menentukan Shoe last baru kita tentukan artikel number karena satu shoe last bisa menjadi berbagai model sepatu misalkan nama shoelast Aldo art 01,02,03,04 jadi last Aldo ada 4 artikel lalu kemudian setiap artikel kita tentukan bahan kulit atau non kulit atau campuran, berikutnya tentukan warna dari pada bahan bahan tersebut di atas.

Perlu kita tahu juga tentang pengetahuan shoe last dan system ukuran.

Shoe last, list, last atau acuan ada berbagai macam bahan yaitu:

A. kayu, biasanya dibuat dari kayu mahoni, sonokeling, atau sawo. Ciri khas kayu ini serat halus dan keras serta ringan sehingga shoe last bisa dibuat halus permukaanya dan tidak susut dipakai dalam waktu lama. Namun saat ini kayu menjadi langka sehingga menggunakan bahan lain.

B. Bahan Pvc yaitu bahan dasar biji plastik yang kemudian dimasukkan ke dalam extruder kemudian system injection membuat blok plastik ukuran shoe last sebelum di potong mesin bubut CNC. Bahan ini lunak dan tidak mudah pecah serta awet dan konsisten ukurannya karena dikerjakan dengan mesin bubut CNC. Jadi sekarang kebanyakan shoe last yang dipakai adalah bahan pvc. Di lapangan produksi pvc ini ada yang warna kuning, putih, hijau dan merah.

C. Aluminium

Bahan ini terbilang mahal namun awet. Sistem pembuatannya dengan menggunakan cor memakai jenis tanah besi.

Selain shoe last dilihat dari bahannya juga diperhatikan jenis ukuran dan size. Sistem ukuran yang sering digunakan di Indonesia adalah Euro dan Perancis sehingga menggunakan cm untuk mengukur panjang dan gemuk ya. Adapun jenis size ya adalah mulai no 16# ukuran bayi sampai 46# untuk ukuran pria dewasa.

Sistem ukuran dan shoe last ini menjadi patokan untuk mencari posisi fitting atau keenakan pakai sepasang sepatu. Standart yang digunakan selisih panjang setiap size adalah 6,66 mm dan ukuran lingkar gemuk pada joint kaki adalah selisih 5mm persize nya. Namun sering kita mendapatkan ukuran kaki dengan panjang normal namun gemuk tidak normal misalkan ukuran kaki size 37 perempuan namun gemuk 38# hal itu bisa saja terjadi mengingat gemuk kaki setiap orang berbeda. Jadi hal tersebut diatas adalah perihal tentang fitting dan ke enakan pakai.

Pembuatan Sepatu vol. 1

gambar

” />” /> Desain

” />” /> Rimpelan

Proses pembuatan sepatu memang perlu kesabaran dan teliti karena menyangkut tiga hal yaitu design, fitting dan konstruksi.

Penjelasan sbb :

1. Design yaitu menyangkut bentuk shoe last, bahan, warna, konstruksi bottom sol dan top line atau garis desain itu sendiri. Hal ini sangat banyak pengaruhnya karena menyangkut trend dan model yang lagi up to date atau model classic yang menjadi ciri khas desain itu sendiri. Shoe last adalah cetakan kaki atau wakil kaki adalah desain awal sebagai bentuk sepatu yang akan kita buat baik itu Shoe last untuk baby, kid, young, woman atau men mulai size Euro/Perancis 16#-46#. Setiap shoe last mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda beda misal ukuran woman wanita dewasa dengan ujung runcing akan berbeda dengan model sepatu wanita lainnya yang bentuk depannya bulat. Di samping itu akan berbeda pula dengan heel atau hak yang tingginya berbeda beda mulai hak 1cm, 3cm, 5cm,7cm atau 9cm. Selain itu bentuk heel juga berbeda beda ada yang kotak, ada hak yang ramping, ada yang bulat dan lainnya. Desain sepatu dalam proses pembuatan sepatu, sangat besar pengaruhnya karena ini adalah awal dari pembuatan sepatu, tanpa desain dan pola sepatu tidak bisa dibuat atau dibentuk. Untuk lebih memudahkan kita dalam membuatkan desain sepatu sebaiknya dibuat sebuah klasifikasi yaitu sbb:

– tentukan nama atau jenis shoe last, – tentukan artikel number desain, – tentukan jenis bahan serta warna.

Jadi setelah kita menentukan Shoe last baru kita tentukan artikel number karena satu shoe last bisa menjadi berbagai model sepatu misalkan nama shoelast Aldo art 01,02,03,04 jadi last Aldo ada 4 artikel lalu kemudian setiap artikel kita tentukan bahan kulit atau non kulit atau campuran, berikutnya tentukan warna dari pada bahan bahan tersebut di atas.

………….. (bersambung vol. 2)……………..

Tonton “Cara bikin desain sepatu/WA.085746790967” di YouTube

Bikin pola
Hasil dari desain pola hingga menjadi sebuah produk “sample” secara manual dengan hasil yang maksimal dan qualitas yang bagus, siap di pasarkan dan tak kalah saing dengan produk mesin-mesin berteknologi canggih.
Meski dengan cara manual, produk-produk sepatu/sandal di INDONESIA sangatlah di akui kehandalan dan kuilitasnya oleh negara-negara ASIA bahkan EROPA.
Tahap awal ambil shoelast atau cetakan sepatu yang mau dibikin pola, bebas mau bagian kiri atau kanan biasanya saya pakai bagian kanan. untuk size biasanya 37atau 38 untuk cewek dan size 41 untuk cowok.

lalu bungkus shoelast dengan menggunakan lakban kertas “paper tape” (biasanya bisa didapat di toko alat tulis)
Bungkus shoelast secara menyeluruh (seperti mummi) proses pembungkusan shoelast ada dua tahap.
Tahap pertama bungkus shoelas dari arah belakang (bagian tumit) kearah dapan (bagian ujung shoelast) secara menyeluruh. tahap kedua bungkus shoelast dari arah atas ke arah bawah atau arah sebaliknya secara menyeluruh.
Buatlah garis lurus di posisi tengah dari shoelast tersebut, dari arah tumit ke arah depan posisi ujung shoelast lalu gambar shoelast yang sudah terbungkus lakban sesuai dengan desain yang di inginkan, setalah dapat gambar desain yang di inginkan, lalu potong gambar tersebt dengan menggunakan pisau cutter, khusus untuk jenis sepatu potonglah garis lurus di bagian tumit.
Lalu siapkan karton atau kertas tebal buatlah garis lurus di karton pola kurang lebih 30cm, dan bukalah lakban yang sudah di gambar pola dari Shoelast lalu tempel ke karton pola dengan patokan garis tengah dari shoelast ke garis tengah dari karton pola, lalu potonglah karton tersebut dan jadilah sebuah pola.
Banyak dari para pembuat pola yang tidak menggunakan patokan dari garis tengah, padahal itu sangatlah penting untuk nanti berlajut ke arah grading pola tauseri pola.

Semoga bermanfaat untuk mrh pengetahuan di bi bidang alas kaki jangan pernah takut untuk mencoba dan jangan pernah ragu untuk bertanya, sukses untuk semua

Tonton “Cara seset kulit untuk sepatu, cara seset kulit, skiving upper cara bikin sepatu kulit” di YouTube

Skiving atau seset dalam proses pembuatan sepatu kulit sangat penting karena tebal kulit yang bermacam macam jenis dan tebal.

Proses skiving kulit bisa dilakukan dengan manual atau pisau pangot, sengot yang terlebih dahulu di asah sampai tajam. Kelebihan seset dengan pisau ini lebih murah karena tidak semahal mesin seset, dan mudah dibawa kemana mana, namun tukang atau shoe maker harus mahir dalam penggunaan pisau tersebut.

Fungsi dari pisau ini adalah untuk menipiskan tepi potongan desain sepatu kulit yang akan dilipat, atau dijahit sehingga kulit tidak kelihatan tebal dan tepi bagus.

Adapun mesin seset fungsinya sama dengan pisau seset namun bisa lebih cepat dan banyak kerja misal order yang dikerjakan dalam jumlah banyak. Untuk lebih jelasnya bisa lihat video tersebut di atas.